Home Karya Pemuda Muslimah Notes Wanita Boleh Keluar Rumahnya, Tapi?

Wanita Boleh Keluar Rumahnya, Tapi?

60
0
source : www.freepik.com

Islam sebagai agama rahmatan lilalamin, mengatur batasan-batasan sesuai syariat tentang apa yang boleh dilakukan dan juga apa yang harus ditinggalkan oleh para wanita. Batasan yang diperintahkan untuk wanita sejatinya demi melindungi diri wanita sendiri dan salah satu cara Allah menunjukkan rasa sayang-Nya. 

Adapun batasan keluar rumah bagi seorang wanita, yaitu:

  • Berhijab (memakai hijab yang syar’i) dan memakai pakaian yang menutup auratnya untuk menghindari auratnya terlihat oleh nonmahram. Pakaian yang sesuai syariat memiliki ciri menutupi aurat, tidak boleh menerawang, dan tidak menunjukkan lekuk tubuh.
  • Tidak memakai parfum atau wewangian yang menyengat. Laki-laki mana pun pasti akan tergoda ketika wanita yang lewat di hadapannya memakai wewangian, bahkan meski sudah jauh jaraknya masih tercium baunya. Kebiasan ini akan sangat berbahaya karena dapat membangkitkan syahwat para lelaki dan juga akan menimbulkan fitnah, padahal kecantikan dan wewangian wanita hanya khusus untuk suami mereka di rumah (khusus untuk suami, bagi yang sudah menikah).
  • Perlahan dalam berjalan agar tidak terdengar suara sepatu atau sandalnya. Miris ketika wanita memakai sepatu atau sandal berhak tinggi lalu terdengarlah suaranya dan terkadang juga ia bertingkah genit dalam berjalannya. Rasulullah bersabda, “Wanita adalah aurat maka jika ia keluar, setan akan mengikutinya.”
  • Ketika sedang keluar rumah dan ada laki-laki di sekitarnya disarankan untuk tidak berbicara dengan cara yang berlebihan sampai mendayu-dayu sebab dikhawatirkan akan mengundang fitnah atau hawa nafsu.
  • Menundukan pandangan atau menjaganya bukan hanya perintah untuk laki-laki saja, tetapi juga untuk wanita. Saat di jalan atau dalam keramaian, wanita dianjurkan untuk menundukkan pandangannya dengan tujuan menghindari fitnah maupun godaan dari laki-laki yang ada dan berniat tidak baik.
  • Hendaklah meminta izin kepada suaminya jika sudah berkeluarga. Akan tetapi, izin tidak harus dilakukan berulang, para istri bisa meminta izin umum untuk aktivitas tertentu. Misalnya, antar jemput anak, pergi ke warung terdekat, pergi ke tempat kajian muslimah, atau semacamnya.

Terakhir, dari segala batasan wanita di luar rumahnya, wanita diperbolehkan ke luar rumah jika memang ada kepentingan syar’i untuk bepergian dan mengunjungi suatu tempat,  namun tetap memperhatikan batasan tersebut, yaa.


Penulis : Rusini

Referensi: https://muslimah.or.id/9068-adab-adab-keluar-bagi-seorang-wanita.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here