Home Kajian PI Kebenaran Firman-Nya (Tafsir Q.s An-Najm, part 1)

Kebenaran Firman-Nya (Tafsir Q.s An-Najm, part 1)

345
0
source: www.freepik.com

Sharing Tauhid On Monday (STAY)

Pengisi Kajian : Ust. Indra Ambiya, M.Ag.

Penulis Resume : Hamas Al-Asad


Surah An-Najm adalah surah yang turun di Makkah yang disebut juga surah Makiyyah. Urutan turunnya adalah setelah Surah Al-Ikhlash yang menempati posisi surah ke-23 dari urutan turunnya surah. Lalu apabila dilihat dari urutan di mushaf menempati surah ke-53 setelah Surah At-Thur.

Dalam Surah An-Najm ini ada ayat sajdah sebagaimana yang disebutkan oleh Abdullah.

Dari Ibnu Umar, “Nabi saw. salat kemudian membaca Surah An-Najm. Setelah itu, beliau sujud dengan sujud yang panjang bacaannya.”

Ayat Al-Qur’an ini turun karena orang musyrik berkata, “Sesungguhnya Muhammad membuat kebohongan terhadap Al-Qur’an dan ia mencampurkan Al-Qur’an dengan ucapannya.”

Rasulullah membuat tim yang berjumlah 65 orang dengan pemimpinnya adalah Zaid bin Tsabit untuk mencatat Al-Qur’an. Mereka dilarang menulis sesuatu, melainkan hanyalah menuliskan Al-Qur’an.

Apabila Rasulullah ingin mengorupsi Al-Qur’an maka Surah An-Naas akan langsung saja disampaikan dengan: 

 أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

“Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.”

Namun, justru yang disampaikan oleh Rasulullah:

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.”

Orang-orang kafir itu mereka sangat berpenyakit hati. Allah berfirman:

ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡۖ وَإِنَّ فَرِيقٗا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

“Orang-orang yang telah Kami beri kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui (nya). (Surah Al-Baqarah ayat 146)

Mengapa Al-Qur’an Surah An-Najm Turun Sebelum Surah Al-Ikhlash?

  1. Surah An-Najm ini untuk memperjelas mengenai hakikat kenabian dan kerasulan.

Apa fungsi dari Rasul?

  • Agar Rasul memberitahu kepada manusia siapa pencipta kita
  • Sebagai panduan dalam hidup

Rasulullah turun sebagai uswatun hasanah yang mana panduan hidup kita dari beliau ada dari hal-hal yang bersifat umum sampai pribadi.

  1. Berlepas dari pemahaman-pemahaman yang batil yang berkembang di kalangan kaum musyrikin.

Cara pandang akan menentukan bagaimana kita berpikir. Orang musyrikin pandangannya sangat melenceng sehingga mereka menjadikan berhala-berhala sebagai Tuhan mereka. Mereka menjadikan Latta, Uzza, dan Manat sebagai Tuhan dan menyatakan malaikat itu sebagai wanita.

Nanti akan ada 70.000 umat Rasulullah yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa yang kriterianya adalah sebagai berikut.

  • Orang yang mati syahid
  • Orang yang bergantung hanya kepada Allah
  1. Untuk menenteramkan jiwa Rasulullah saat diturunkannya wahyu oleh Allah.

Ketika turun wahyu, hal tersebut sangatlah berat bagi Rasulullah karena banyak sekali tuduhan dari orang-orang kafir musyrikin yang menyebutkan Muhammad pendusta, penyihir, dan Al-Qur’an adalah kalam Muhammad. Hal tersebut merupakan gangguan yang sangat hebat bagi Rasulullah.

  1. Di Surah Al-Ikhlas Allah memerintahkan kita untuk bertauhid berdasarkan ilmu.

Penting untuk kita mempelajari ilmu untuk menauhidkan Allah. Jangan menauhidkan Allah hanya berdasarkan prasangka saja, sebagaimana orang-orang kafir itu mengikuti keyakinan mereka hanya berdasarkan prasangka. Kita harus mencari ilmu agar ilmu tersebut melahirkan ketauhidan.

Mengapa Al-Qur’an Surah An-Najm Disimpan Setelah Surah At-Thur?

Hal ini dikarenakan pada Surah At-Thur ayat terakhirnya adalah:

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَإِدۡبَٰرَ ٱلنُّجُومِ

“Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).” (Surah Ath-Thur ayat 49)

Lalu pada Surah An-Najm ayat pertama:

وَٱلنَّجۡمِ إِذَا هَوَىٰ

“Demi bintang ketika terbenam.” (Surah An-Najm ayat 1)

Dalam Surah At-Thur disebutkan bahwasanya ada tuduhan-tuduhan dari orang musyrikin terhadap Rasulullah, begitu juga dalam Surah An-Najm.

Lalu dalam Surah At-Thur disebutkan bahwa orang-orang beriman bisa berkumpul kembali nanti di surga. Namun, dalam Surah An-Najm disebutkan bahwa setiap orang akan menanggung dosanya sendiri sehingga apabila seseorang masuk neraka, anaknya belum tentu masuk neraka, begitu pun sebaliknya, bergantung amalan masing-masing individu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here