Home Karya Pemuda Semakin Hari Semakin Bertambah Kebaikannya

Semakin Hari Semakin Bertambah Kebaikannya

360
0
Foto : www.freepik.com

Manusia merupakan makhluk yang terikat oleh waktu. Tak ada yang dilalui oleh manusia melainkan ia melalui waktu. Begitu pentingnya waktu, sampai al-Qur’an menggunakan kalimat sumpah dengan waktu. Hal ini menunjukan pentingnya manusia memperhatikan waktu untuk jangan pernah melalaikannya. Kelalaian dalam menggunakan waktu hanya akan mengakibatkan penyesalan yang tidak bertepi karena waktu yang telah dilalui tak akan pernah kembali.

Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam keshabaran. (Q.S. Al-‘Ashr : 1-3).

Seringkali manusia lupa bahwa pergantian waktu merupakan isyarat kematian yang semakin mendekat. Jika kemarin salah satu keluarga yang meninggal, hari ini kawan kita yang menghadap Sang Pencipta, mungkin esok atau lusa giliran kita! Allah Subhaanahu wa ta’ala mengingatkan di dalam surat Al-Insyiqaq ayat 6 :  Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Bagi seorang muslim memiliki cara pandang hidup bukan hanya saat di dunia saja. Tidak seperti cara berpikir orang yang tidak percaya dengan kehidupan akhirat yang meyakini bahwa kehidupan dunia ini adalah tempat segalanya. Ia habiskan jatah usia dengan memenuhi berbagai syahwat yang dikehendakinya. Syahwat terhadap harta, jabatan, dan lain sebagainya. Tak peduli caranya halal atau tidak. Tak peduli mendzalimi orang lain atau tidak, yang terpenting mereka bisa mendapatkan sesuai dengan syahwat yang mereka inginkan.

Mereka lupa bahwa begitu banyak manusia yang sibuk menghabiskan waktunya untuk mengejar kehidupan dunia saja. Rela mengubah kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, namun apa yang terjadi? Memang, mereka bisa mendapatkan seperti yang mereka harapkan. Bisa mendapatkan rumah mewah, kendaraan  mewah, jabatan tinggi, followers banyak, dan lain sebagainya. Namun seringkali semua kenikmatan yang mereka dapatkan tak dapat mereka rasakan semuanya karena jatah usia yang Allah berikan kepada mereka untuk hidup di dunia sudah habis.

Nah…kalau sudah begitu, lantas untuk apa hidup ini dihabiskan untuk mencari segala sesuatu yang kita sendiri tidak bisa merasakan sepenuhnya? menggadaikan kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia. Untuk apa kita mati-matian mengejar jabatan dan harta sehingga lupa kepada Sang Pencipta?

Saudaraku, bagi seorang muslim tujuan hidup di dunia ini bukan semata untuk mendapatkan kemewahan dan kesenangan dunia, namun kenikmatan dunia hanya sebagai sarana untuk mendapatkan kebahagian di kehidupan akhirat.

Hari ini telah berganti tahun tapi bagi seorang muslim tak ada yang spesial saat terjadinya pergantian tahun dengan merayakannya dengan acara-acara pesta pora yang tidak memberikan manfaat dan tidak menambah keimanan. Tetapi sayangnya justeru tidak sedikit muda-mudi menyikapi pergantian tahun dengan berbagai kemasiatan dan perbuatan dosa, Na’udzubillah.

Dari Zubair bin Adi berkata : “kami masuk menemui Anas bin Malik, kami mengadukan kepadanya tentang al-Hajaj, beliau berkata : “Bertaqwalah kalian kepada Allah dan bersabarlah, karena tidaklah pergantian tahun melainkan tahun yang setelahnya akan lebih berat lagi sehingga terjadinya kiamat“. Utsman berkata : “saya mendengar Mis’ar menceritakan dari Zubair bin Adi dari Anas berkata : “saya mendengar dari Nabi kalian, Muhammad ﷺ “

Oleh karenanya saudaraku, bukan hanya di saat malam pergantian tahun kita berniat mengevaluasi dan memperbaiki diri. Namun sejatinya setiap pergantian hari, kita harus terus mengevaluasi dan memperbaiki diri. Maka dengan bergantinya hari, seharusnya bertambah pula nilai kebaikannya.


Penulis : Indra Ambiya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here