Home Karya Pemuda Kurma (Tafakur, Muhasabah) Perkuat Imun, Pertebal Iman!

Perkuat Imun, Pertebal Iman!

370
0
Pict: freepik.com

Wabah penyakit yang tengah melanda hampir seluruh penjuru negeri ini, tentunya pernah terjadi di masa silam. Pentingnya menjaga imun dan iman merupakan di antara bentuk ikhtiar dan tawakal kita dalam ujian ini.

Kata imun erat kaitannya dengan kesehatan. Kita bisa mentafakkuri serta meneladani kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat berada dalam asuhan ibu susuan Nabi, yaitu Halimatus Sa’diyah. Pada saat itu, Nabi terbiasa memakan makanan alami yang sehat, sehingga badan Nabi kuat dan tak pernah merasakan sakit. Ibnul Qayyim Al-Jauzy pernah berkata bahwa, “Apabila seseorang telah terbiasa memakan makanan asli yang sehat, saat seseorang itu sakit, maka makanan itu bisa menjadi obat bagi dirinya”.

Setelah kita memerhatikan kesehatan tubuh, kita juga perlu memerhatikan kesehatan ruhiyah kita; yaitu iman. Di tengah pandemi Virus Corona, setiap orang khususnya Kaum Muslimin pasti terdampak dengan adanya sistem pembatasan yang dilakukan oleh wilayah masing-masing, kita menyebutnya lock down. Sistem lock down membuat orang-orang sulit untuk mencari rezeki, mendapatkan makanan, dan harus berdiam diri di tempatnya masing-masing. Begitu pun kondisi Kaum Muslimin pada saat itu, ketika dilock down dengan perjanjian zalim yang dibuat Kaum Musyrikin Quraisy.

Kaum Muslimin; orang-orang Bani Hasyim dan Bani Muthalib diembargo dan diboikot selama kurang lebih tiga tahun di perkampungan Abu Thalib. Perjanjian ini dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. Selama tiga tahun itu Kaum Muslimin dan orang-orang musyrik dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib sangat kesulitan untuk bertahan hidup. Tidak ada makanan dan air, semua perdagangan harganya melambung tinggi, belum lagi ancaman kelaparan dan kehausan kerap mengintai–di tengah padang pasir yang tandus dan gersang. Keimanan benar-benar diuji di masa-masa sulit itu. 

Keimanan kepada Allah merupakan sebab utama yang membuat muslimin kuat ketika dihadapkan masalah sesulit apa pun. Penyebab meningkatnya keimanan Kaum Muslimin ketika itu adalah sosok pemimpin seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat bijak dan tenang, sehingga bisa membuat Kaum Muslimin dan yang lainnya sabar dan tegar di tengah pemboikotan selama tiga tahun. Kemudian, keimanan itu meningkat dengan mengingat hari akhir yaitu akhirat, bahwasanya hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara. Kehidupan kekal dan abadi hanya di akhirat, maka sebesar dan sebanyak apa pun masalah yang ada, tetap dihadapi dengan sabar dan ikhlas.

Selanjutnya, keimanan itu meningkat lagi dengan adanya alquran. Di masa-masa sulit tersebut, Allah menghibur mereka dengan turunnya beberapa ayat dari alquran, diantaranya Surat Al-Ankabut ayat 2-3 yang maknanya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Dengan turunnya ayat tersebut, keimanan itu semakin tebal dan kokoh. Terakhir, mengapa keimanan Kaum Muslimin saat itu semakin kokoh di saat sulit, karena Kaum Muslimin mendapatkan kabar gembira berupa rangkaian kemenangan yang akan diraih, baik kemenangan atas Kaum Musyrikin Quraisy, maupun kabar gembira bahwa Kaum Muslimin akan menguasai Jazirah Arab dan mengalahkan Romawi.

Ibrah yang bisa kita ambil dari penggalan kisah tersebut adalah: keimanan merupakan pondasi awal. Maka apabila pondasi itu kokoh, seberat, sebanyak, dan sesulit apa pun masalah yang ia hadapi tentunya akan sangat kecil dalam pandangannya. Begitu pula dengan kita saat ini yang sedang Allah uji di tengah pandemi, sepatutnya kita berikhtiar dengan menjaga kesehatan dan beribadah kepada Allah, lalu ketawakalan itu kita pupuk dengan keimanan.

Begitulah cara Nabi kita menjaga dan memperkuat imun dan imannya. Semoga kita dapat mengambil ibrah serta meneladani semua yang dilakukan oleh Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

_________

Penulis: Agung Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here