Home Teladan Kita/Generasi Peradaban Sahabat & Shahabiyah Nabi Pemuda Pemegang Panji

Pemuda Pemegang Panji

75
0
sumber : id.pinterest.com

Bismillah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Islam sebagai agama yang sempurna bagi kehidupan manusia dan seluruh alam semesta, dengannya manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Shalawat semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia mulia yang Allah utus sebagai teladan terbaik bagi manusia.

Meneladani kisah Rasulullah, tentu tidak terlepas dari bagaimana beliau mendidik umatnya dengan Islam. Ada seorang pemuda, hidup dengan bergelimang harta dan kenikmatan dunia. Berpakaian mahal dan terkenal dengan wangi tubuh yang khas. Penduduk Makkah memandangnya sebagai pemuda yang sempurna: tampan dan menawan, berasal dari keluarga dengan nasab yang terhormat, cakap, serta berpendidikan. Dialah, Mush’ab bin Umair.

Ketika hidayah Islam menyentuhnya, Mush’ab rela meninggalkan semua kenikmatan dunia dan fasilitas mewah yang disediakan ibunya. Bahkan, ia rela dikurung dan disiksa daripada kembali kepada agama jahiliah. Ia adalah salah satu sahabat Rasulullah yang berhijrah hingga tiga kali. Kecakapannya dalam retorika menjadikannya sebagai da’i pertama dalam Islam. Dari kepiawaiannya berdakwah, pemimpin-pemimpin di kota Yatsrib, seperti Sa’ad bin Mu’adz, akhirnya memeluk Islam, hingga menjadi pintu bagi Rasulullah mengubah Yatsrib menjadi Madinah, dan menegakkan syariat Islam di sana ketika kondisi Makkah sudah tidak lagi kondusif untuk berdakwah.

Tidak hanya itu, keislaman Mush’ab bin Umair istiqamah ia buktikan dengan mencatat serta mengamalkan seluruh ilmu yang sampai kepadanya. Sekalipun beliau tidak begitu cakap dalam berperang, tetapi pada akhirnya Allah memberi penghargaan terbesar kepadanya dengan mati syahid dalam perang Uhud. Tugasnya sebagai pembawa panji, memang sudah mengakar dari nasabnya, Bani Abduddar. Ketika kaum muslimin terkepung oleh pasukan kafir Quraisy, Mush’ab bin Umair menjadi sasaran karena kemiripan wajahnya dengan Rasulullah. Ia dan para sahabat lainnya berusaha melindungi Rasulullah dari serangan. Satu lengan Mush’ab ditebas, namun ia tak rela panji Islam jatuh dari genggamannya. Digenggamnya dengan tangan kanan, yang juga kemudian ditebas oleh musuh. Hingga akhirnya hunjaman tombak menjadi wasilahnya menjemput kematian. Allah memuliakannya dalam syahid.

Cinta dan pengorbanan Mush’ab bin Umair kepada Allah dan Rasul-Nya berhasil ia buktikan dengan sebaik-baiknya. Ia menjual dunia untuk akhirat, dan mewakafkan dirinya di jalan Allah. Sosok pemuda yang dengan kelebihan rupa serta kepiawaian bicara telah membuka Madinah untuk perkembangan peradaban Islam. Betapa banyak pahala keislaman penduduk Madinah yang mengalir kepadanya. Dan kecintaannya kepada Allah diwujudkan dengan perjuangan membela Islam dalam medan peperangan. Sekalipun beliau tidak sempat mengecap nikmat kemenangan di dunia, tetapi apa yang disediakan Allah di akhirat adalah nikmat kemenangan yang sesungguhnya.

Referensi:

Alfatih, Arifin. 2018. Misi Rahasia Mush’ab bin Umair. Bogor: Al-Azhar Fresh Zone.

Cordova Media

Ust. Khalid Basalamah, M.A. Kisah Sahabat Nabi ke-13: Mush’ab Bin Umair. https://youtu.be/GOyHNi04zSQ/

___________________________

Penulis : Vilda Sintadela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here