Home Karya Pemuda Istiqamah Health Corner Pejamkan Matamu

Pejamkan Matamu

83
0
www.freepik.com

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Allah menjadikan tidur kalian pada siang dan malam hari.” (Q.S. Ar-Ruum ayat 23)

“… dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An Naba’ ayat 9)

Salah satu nikmat yang acap kali terlupakan adalah nikmat dapat tidur nyenyak yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Pandanglah jendela-jendela bangsal rumah sakit, di mana ada begitu banyak orang yang berbaring, tetapi tak dapat merasakan nikmatnya tidur, merintih menahan rasa sakit, merindukan lelapnya tidur walaupun beralaskan kasur yang tipis.

Semua orang butuh tidur.  Oleh karena itu, Allah berikan tidur kepadamu.

Tentunya tidur yang diharapkan adalah tidur yang berkualitas, menyejahterakan fisik, jasmani, dan psikis (batin). Tidur yang membuat keimanan bertambah, bukan tidur yang membuat lalai dan tak bergairah. Sebagaimana tidurnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan kita semua. 

Islam memiliki instruksi yang jelas dan cara untuk meraih tidur yang berkualitas, sebagai berikut.

  1. Tidur di awal waktu malam dan bangun di awal waktu subuh

Dalam dunia kedokteran, dikenal istilah sleep inertia, yakni periode transisi dari tidur ke bangun, yang mungkin lebih dikenal dengan istilah “mengumpulkan nyawa”. Hal ini normal dan bisa terjadi selama beberapa menit hingga hitungan jam. Dengan tidur lebih awal maka periode “mengumpulkan nyawa” ini akan berlangsung lebih singkat dibandingkan dengan orang yang terbiasa tidur larut malam. Artinya, seseorang akan lebih siap beraktivitas, lebih proaktif, memiliki performa kinerja yang lebih baik, serta berpeluang mendapatkan kesuksesan yang lebih besar.

  1. Wudhu sebelum tidur

Membersihkan tubuh dari kotoran dan membantu membuat rileks otot dan sistem saraf adalah beberapa manfaat dari wudhu. Karenanya melakukan wudhu sebelum tidur akan membuat tidur lebih berkualitas.

  1. Posisi tidur: miring ke kanan 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur dengan posisi miring ke kanan. Ini adalah posisi terbaik dalam perspektif medis dan syariat. Hal ini dapat menghasilkan aktivitas jantung terbaik dibandingkan dengan posisi lainnya, selain itu juga dapat meredakan gejala asam lambung. 

  1. Tidak tidur dengan posisi tengkurap

Riwayat Ibnu Majah dari Abu Dzar Al-Ghifari, “Rasulullah bersabda bahwa tengkurap merupakan posisi tidur dan berbaringnya penduduk neraka.”

Sejalan dengan larangan dari Rasulullah, menurut dunia medis pun ada banyak bahaya tidur tengkurap, di antaranya sebagai berikut.

  • Dapat menghambat pernapasan saat kita tidur karena rongga dada yang lebih sempit dan tertekan
  • Nyeri kepala karena ketegangan otot
  • Nyeri dan pegal pada leher karena tidak tepatnya posisi tulang leher dan tulang belakang
  • Dapat mengganggu ritme jantung karena terdapat tekanan mekanik yang dapat mengganggu aliran darah dari jantung

Wallahu a’lam bish-shawab


Penulis : dr. Resti Fauziah Hidayat

Referensi:

BaHammam, Ahmed S. 2011. Sleep From an Islamic Perspective. Annals of Thoracic Medicine. Saudi Arabia: King Saud University.

Khan, Sharmeen. Health Benefits of Wudhu and Salah. Madicalwale.com

Tidur Sehat ala Rasulullah Berdasarkan Perspektif Medis. Tafakkurid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here