Home Karya Pemuda Muslimah Notes Muslimah Belajar Ilmu Agama, Pentingkah?

Muslimah Belajar Ilmu Agama, Pentingkah?

377
0
source: www.freepik.com

Ada beragam stigma yang masih berkembang di masyarakat kita terkait wanita dan ilmu. Muncul anggapan, wanita tidak perlu sekolah tinggi, karena nanti setelah menikah lebih fokus ke sumur, dapur, dan kasur. Mempelajari ilmu  sekadarnya saja, toh nanti akan menjadi ibu rumah tangga. Ilmu agama tidak penting diketahui, yang penting shalat wajib tidak ditinggalkan dan bisa membaca Al-Qur’an, biarlah hal lain tentang agama menjadi urusan suami sebagai imam keluarga yang wajib membimbing istri dan anaknya.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Imam Ibnu Jauzi menyebutkan, “Sering aku menganjurkan kepada manusia agar mereka menuntut ilmu syar’i karena ilmu laksana cahaya yang menyinari. Menurutku kaum wanita lebih dianjurkan dibanding kaum laki-laki karena jauhnya mereka dari ilmu agama dan hawa nafsu begitu mengakar dalam diri mereka. Kita lihat seorang putri yang tumbuh besar tidak mengerti cara bersuci dari haid, tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan tidak mengerti rukun-rukun Islam atau kewajiban istri terhadap suami. Akhirnya mereka mengambil harta suami tanpa izinnya, menipu suami dengan anggapan boleh demi keharmonisan rumah tangga serta musibah-musibah lainnya.”

Seberapa pentingnya ilmu agama bagi muslimah? Dalam perannya sebagai wanita, Islam mengajarkan muslimah agar bisa menjaga kesucian diri, menjaga pergaulan islami, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupannya nanti menuju pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah sunnah yang dianjurkan, dan sebagai penyempurna separuh agama. Dalam perannya sebagai seorang istri, Islam mengajarkan wanita untuk meraih surga lewat ketaatannya kepada suami. Dalam perannya sebagai seorang ibu, muslimah diajarkan untuk bisa mencetak generasi-generasi hebat yang memiliki kecintaan pada Rabbnya, dan bisa bermanfaat untuk agamanya. Kemudian, sebagai bagian dari masyarakat dan umat, muslimah hendaknya turut berkontribusi dalam melakukan perbaikan dan pembangunan, terutama dalam rangka mencetak individu yang kelak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Syekh Sa’id Hawwa menyebutkan beberapa ilmu Islam yang harus diketahui oleh setiap muslim/ah:

  1. Ilmu Ushul Ats-Tsalasah, yang meliputi pengetahuan (ma’rifat) tentang Allah, Rasulullah, dan Islam itu sendiri
  2. Al-Qur’an, baik kandungan tafsirnya maupun ilmu-ilmu yang berhubungan dengannya
  3. As-Sunnah, baik kandungan syarahnya maupun ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya
  4. Ilmu ushul fiqh
  5. Ilmu aqidah, akhlaq, dan fiqih
  6. Sirah nabawiah dan tarikh umat Islam
  7. Ilmu Bahasa Arab
  8. Sistem musuh dalam menghancurkan Islam (deislamisasi)
  9. Studi Islam kontemporer
  10. Fiqih dakwah

Contoh yang luar biasa bisa kita teladani dari sosok seorang Khadijah r.a. dan juga Aisyah r.a., dua orang wanita yang tidak diragukan lagi kecerdasannya. Khadijah seorang entrepreneur wanita yang sangat sukses. Jauh sebelum teori manajemen berkembang, Khadijah lebih dulu menerapkan teori manajemen bisnis dalam usaha yang dijalaninya, hingga ke mancanegara.

Sosok Aisyah, yang dikatakan bahwa kepintarannya diibaratkan dengan gabungan kepintaran seluruh wanita di dunia. Dalam jajaran periwayat hadist, Aisyah menduduki salah satu orang yang banyak meriwayatkan hadits dari kalangan wanita. Ia meriwayatkan lebih dari 2.000 hadits dengan berbagai topik, di antaranya yaitu tentang hukum syar’i, petuah perilaku, adab, dan dasar pedoman yang menjadi landasan agama. Aisyah merupakan seorang praktisi deduksi analogi (qiyas) yang tak tertandingi dalam masalah hukum Islam. Pengetahuannya yang luas membuat ia dijuluki sebagai ahli tafsir Al-Quran, hadits, dan fiqih terkemuka.

Alangkah ruginya jika muslimah hanya terkungkung pada stigma-stigma yang tidak memberdayakan. Sungguh indah perkara seorang muslimah, jika semua dilakukan berdasarkan ilmu yang benar.


Penulis : Gina Arina Ushwatunnisa

Referensi:

Takariawan, Cahyadi. 2018. Keakhwatan 1. Solo: PT Era Adicitra Intermedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here