Home Teladan Kita/Generasi Peradaban Sahabat & Shahabiyah Nabi Menjaga Keutuhan Tim

Menjaga Keutuhan Tim

304
0
Source : www.freepik.com

Berbicara mengenai sekumpulan manusia, baik itu tim, komunitas, organisasi, dan lain sebagainya, tentu tak jauh dari pembicaraan tentang kekompakan, solidaritas, dan loyalitas. Semua kelompok sosial mana pun pasti mengalami kendala-kendala dalam setiap perjalanannya. Masalah dalam kelompok merupakan ujian, sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 214.

Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan), sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Ayat tersebut menjelaskan pada kita semua khususnya umat muslim, bahwasanya kita hidup tentu akan diuji dengan berbagai masalah atau cobaan. Namun, tentu bagi orang beriman pasti percaya dengan adanya pertolongan Allah yang amat sangat dekat. 

Dalam Al-Qur’an Allah memberikan banyak kisah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga para umatnya. Allah ingin memberikan solusi melalui kisah yang terkandung dalam Al Qur’an. Allah telah sampaikan ini sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 111.

Artinya: “Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”  

Ayat tersebut bisa kita jadikan hujjah untuk mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di saat mendapatkan cobaan. Ternyata solusi itu hadir dengan adanya kisah terdahulu. Betapa beruntungnya kita umat yang hidup di akhir zaman ini, dengan banyaknya problematika, namun Allah hadirkan solusi yang seimbang, yaitu melalui kisah dalam Al Qur’an, hadits, dan sirah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Marilah kita berkaca pada kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Allah memberikan berbagai macam ujian mengenai sikap para sahabat dan kaum muslimin. Satu kisah yang menarik mengenai keutuhan tim adalah saat peristiwa Perang Hunain. Dengan banyaknya pasukan hingga mencapai 12.000 orang, namun Allah buat pecah pasukan muslimin pada saat memasuki lembah dengan dihujani panah oleh pasukan Malik bin Auf. Pasukan muslimin kocar-kacir, berlari tunggang langgang ke belakang sehingga meninggalkan manusia mulia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan beberapa sahabatnya.

Di saat genting dengan hujan panah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil pasukan muslimin dengan menyebut, “Kemarilah, wahai semua orang. Aku adalah utusan Allah. Aku adalah Muhammad bin Abdullah.” Akan tetapi, pasukan muslimin tidak menghiraukan panggilan beliau. Sampailah Nabi menyuruh pamannya, Abbas, untuk meneriakan panggilan iman, panggilan kenangan yang bisa mengembalikan muslimin. “Wahai orang-orang yang berbaiat di bawah pohon samurah! Wahai orang-orang Anshar! Wahai orang orang Khazraj! Wahai para penghafal Al-Baqarah!” Panggilan itu pun membuat pasukan muslimin kembali dengan cepat, layaknya induk sapi mendengar suara anaknya.

Begitulah kisah bagaimana kekuatan kenangan itu bisa mengembalikan orang-orang yang berbalik badan, bahkan yang ditinggalkannya itu adalah manusia mulia. Semoga hikmah dalam kisah ini bisa kita ambil untuk dijadikan solusi, khususnya demi menjaga keutuhan tim yang kian menghilang.

Wallahu a’lam bish-shawab


Penulis : Agung Setiawan

Referensi:

Sirah Nabawiyah – Dr. Muhammad Ali Ash Sholabi

Sirah Nabawiyah – Ibnu Hisyam

Sirah Nabawiyah – Syeikh Dr. Ahmad Farid

Sirah Nabawiyah – Syeikh Shafiyyurahman Al Mubarakfury

qurano.com

tafsirq.com   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here