Home Kajian PI Mengenali Cinta, Menguatkan Azam

Mengenali Cinta, Menguatkan Azam

189
0
source: www.freepik.com

Sharing Tauhid On Monday (STAY)

Pengisi Kajian : Ust. Agus Al Muhajir

Penulis Resume : Hamas Al-Asad


Proses menyucikan hati harus terus menerus dilakukan karena hati manusia mudah berbolak-balik. Penjelasan mengenai cinta dan azam ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 165.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادٗا يُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّٗا لِّلَّهِۗ وَلَوۡ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِذۡ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعَذَابِ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Kita terbiasa belum bergerak jika belum mengetahui keuntungan. Begitu pun dalam ilmu-ilmu untuk memotivasi, perlu disampaikan mengenai keuntungan-keuntungan agar orang tersebut tergerak hatinya hingga bergerak pula raganya.

Jika kita berbicara mengenai cinta maka ia adalah sesuatu yang indah dan mengoptimalkan pergerakan. Lalu jika digambarkan pada orang-orang yang beriman, cintanya jauh lebih condong kepada Allah dari yang lainnya.

Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah dan bertanya kepadanya, “Kapan datangnya hari kiamat?” Rasulullah menjawab, “Apa yang sudah engkau siapkan?” orang tersebut menjawab, “Saya tidak menyiapkan apa pun ya Rasulullah, namun aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah menjawab, “Seseorang akan bersama dengan yang dicintainya.”

Oleh sebab itu, ketika kita berbicara mengenai cinta, hal ini yang akan menyebabkan kita bisa bersama Rasulullah dan orang-orang yang saleh.

Manusia itu tabiatnya cinta pada diri sendiri, mencintai orang yang berbuat baik kepada dirinya, serta mencintai orang yang baik walaupun orang tersebut tidak berbuat baik kepadanya, bahkan ia merindukan orang tersebut. Tiga hal ini mari kita ubah untuk mencintai Allah.

Ada 3 hal yang dapat diikhtiarkan agar cinta yang kita miliki murni hanya untuk Allah, yaitu sebagai berikut.

  1. Jika kita merasakan nikmat yang menyebabkan cinta pada diri sendiri maka langsung hubungkanlah nikmat tersebut dengan Allah.
  2. Selalu mengingat bahwa Allah senantiasa berbuat baik kepada manusia tanpa tapi. Seandainya Allah hitung-hitungan terhadap nikmat-Nya maka semua manusia yang ada di dunia akan sengsara.

وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنٗا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلٗا ثُمَّ أَضۡطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (Surah Al-Baqarah ayat 126)

  1. Senantiasa merindukan Allah

Rindu itu mengharuskan pertemuan. Jika kita rindu terhadap Allah maka kita akan mencari jalan untuk menjadi lebih dekat dengan Allah.

Seperti yang terjadi di zaman Rasulullah, orang-orang beriman merasa bahagia saat waktu malam datang karena pada saat itulah mereka bisa menghamparkan sajadah untuk menjemput perjumpaan dengan Allah.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian di hari kiamat dan melihatnya sebagaimana engkau melihat bulan pada hari ini.”

Seseorang yang mendapatkan kenikmatan mencintai Allah di dunia ini maka tidak perlu menunggu surga karena itulah puncak-puncaknya kenikmatan yang sesungguhnya.

Ada halangan-halangan yang menyebabkan cinta yang kita miliki tidak murni kepada Allah, yaitu hiasan-hiasan dunia, seperti pujian, cercaan, tepuk tangan orang, dan sebagainya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata, “Seberapa jatuh cinta engkau terhadap dunia maka akan semakin jauh dari Allah.”

Untuk memperkuat diri agar dapat terhindar dari jebakan cinta dunia maka kita harus mengenali cara-caranya dan lakukan tahapan langkahnya, yaitu sebagai berikut.

  1. Perbanyak istigfar untuk menyucikan hati kita agar mata, tangan, dan telinga ikut menjadi bersih
  2. Tadabur segala sesuatu ciptaan Allah
  3. Perbanyak doa yang dapat menumbuhkan kerinduan kepada Allah
  4. Bertobat dan menyucikan diri

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ

“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (Surah Al-Baqarah ayat 222)

  1. Mengikuti Rasulullah

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surah Ali ‘Imran ayat 31)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here