Home Karya Pemuda Mengambil Langkah Kecil

Mengambil Langkah Kecil

522
0
www.freepik.com

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Surah Al Ahzab: 33)

Seperti yang kita ketahui, tempat terbaik untuk seorang wanita muslimah adalah rumahnya. Seorang wanita muslimah akan lebih terjaga dirinya jika berada di dalam rumah. Betapa istimewanya seorang wanita muslimah, jika ia akan melakukan safar (perjalanan) pun perlu ditemani oleh seorang mahramnya. Berdiam di rumah bagi seorang muslimah tidak akan menjadikannya lemah, justru dari rumahlah setidaknya seorang muslimah banyak melakukan pergerakan yang berarti bagi agamanya.

Fenomena seorang wanita saat ini dapat kita lihat di sekeliling kita. Banyak wanita yang beraktivitas di luar rumah yang akhirnya banyak menjerumuskannya ke hal-hal yang tidak diridai Allah Subhanahu wa ta’ala. Na’udzubillahimindzaalik. Meski begitu, tidak sedikit wanita yang beraktivitas di luar rumah namun tetap dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan buruk. Sebelum berbicara mengenai seorang muslimah yang telah menjadi seorang istri atau ibu, mari kita lihat bagaimana kehidupan muslimah sebelum menikah.

Kita bisa memperhatikan bagaimana cara para wanita muslimah hidup di zaman Rasulullah saw. Kemudian, bagaimana kita menjalani kehidupan kita saat ini sebagai seorang wanita muslimah? Melihat kembali sejarah kehidupan para wanita muslimah di zaman Rasulullah saw. Siapa pun yang memperhatikan lembaran-lembaran sejarah Islam akan menemukan para wanita muslimah ternyata memiliki peran besar dan positif dalam peperangan.

Selain itu kita juga perlu meneladani para putri teladan. Sehingga, dari sinilah kita dapat memulai mengambil langkah kecil untuk dapat memberikan hal positif bagi lingkungan sekitar kita. Sejarah mencatat tentang beberapa putri teladan yang eksistensinya dan peranannya sangat signifikan dalam keluarganya. Anak perempuan bukan unsur yang remeh (dalam keluarga), keberadaannya memiliki makna positif dan urgen dalam kehidupan rumah tangga. Salah satunya Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah saw. adalah seorang putri yang bisa menjadi “ibu”, pelita hati dan pelipur lara bagi Rasulullah saw. dengan segala ketulusan dan kasih sayangnya.

Sejarah mencatat bagaimana perjuangan dan pengorbanan Fathimah dalam menggantikan posisi ibunya, Khadijah binti Khuwailid setelah meninggal dunia. Siapa yang membaca sirah Fathimah dengan seksama, akan menemukan sosok Fathimah sebagai seorang inspirator sekaligus konsultan dalam perjuangan Rasulullah saw. khususnya pada masa-masa pertama diturunkannya wahyu.

Saat ini, di era digital di mana kita bisa mengetahui info apa pun, di mana pun, dan kapan pun dengan sekali klik. Meski banyak juga ujian yang akan kita hadapi, tetapi dengan kemodernan saat ini membuat kita lebih mudah untuk berkarya dalam rangka mensyiarkan agama Islam yang kita cintai. Manfaatkanlah teknologi yang kita miliki saat ini untuk dapat berperan meneruskan perjuangan para wanita muslimah zaman dahulu.
Wahai para wanita muslimah, sudah saatnya kita untuk mendapatkan peranan dalam perjuangan syiar Islam. Jangan tunggu nanti, lakukan sekarang juga selagi kita bisa! Jangan lupa menuntut ilmu agar segala amal yang kita lakukan sesuai dengan syariat yang diajarkan.
Wallahu a’lam

______________

Penulis : Ulfi Nurfaizah


Referensi:
Salim, Muhammad Ibrahim. 2002. Perempuan-Perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah. Jakarta: Gema Insani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here