Home Karya Pemuda ‘Iffahnya Muslimah

‘Iffahnya Muslimah

16
0
source: www.freepik.com

‘Iffah secara bahasa adalah menahan. Sementara ‘iffah secara istilah artinya menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan. Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah yang menjauhkan diri dari perkara-perkara yang diharamkan Allah walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut. Seseorang yang ‘iffah akan menjaga diri untuk selalu dalam ketaatan kepada Allah, yang menghantarkan pada surga-Nya. Iffah juga dapat dimaknai sebagai usaha untuk memelihara kesucian diri yang menjadi bagian dari wanita muslimah.

Allah memuliakan wanita dalam Al-Qur’an, sehingga di dalamnya tertulis nama Surah An-Nisa. Selain itu dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur juga dijelaskan:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖوَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka ….” (Q.S. An-Nuur: 31)

Termasuk dalam makna ‘iffah adalah menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah Swt. berfirman:

يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ

“Orang yang tidak tahu tersebut menyangka bahwa mereka (orang-orang fakir) itu adalah orang-orang yang berkecukupan karena mereka ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta kepada manusia).” (Q.S. Al-Baqarah: 273)

 ‘Iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka. Malu adalah sebagian dari iman dan akhlak Islam. Penting bagi muslimah untuk memiliki rasa malu karena dengan malu itulah lebih terjaga ‘izzah dan ‘iffahnya.

Rasulullah saw. bersabda:

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (H.R. Bukhari No. 6117 dan Muslim No. 37, dari ‘Imron bin Hushain)

Sarana untuk menjaga ‘iffah:

Mengokohkan iman. Menjaga ‘iffah adalah salah satu buah dari keimanan. Jika iman seseorang kuat, maka akan semakin mudah ia dalam menjaga ‘iffahnya. Adapun di antara kiat-kiat untuk menguatkan iman adalah:

  1. Menuntut ilmu agama
  2. Mengenal nama-nama Allah dan memahaminya, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
  3. Membaca Al-Qur’an dengan disertai tadabbur (memahami maknanya)
  4. Memperhatikan keindahan-keindahan Islam yang sempurna
  5. Memperhatikan ayat-ayat Allah (tanda-tanda kekuasaan-Nya) yang tersebar di alam semesta maupun pada diri manusia sendiri.
  6. Memperbanyak zikir untuk mengingat Allah   dan berdoa sehingga akan terjalin komunikasi antara seorang hamba dengan Rabbnya
  7. Memperbanyak nawafil (ibadah-ibadah sunnah) setelah menjaga ibadah-ibadah yang fardhu, sehingga akan semakin dekat dengan Khaliqnya
  8. Menjauhi dosa-dosa besar dan kemaksiatan dengan segala bentuknya
  9. Menundukkan pandangan
  10. Tidak mendengarkan lagu-lagu atau menyaksikan acara-acara televisi yang mungkar
  11. Tidak keluar rumah kecuali jika perlu
  12. Menjaga adab-adab keluar rumah, di antaranya adalah:
  13. Tidak memakai parfum ketika keluar rumah
  14. Tidak berdandan ketika hendak keluar rumah
  15. Menutup aurat dengan hijab yang syar’i
  16. Menghindari ikhtilath (percampuran) antara laki-laki dan perempuan
  17. Tidak bepergian (safar) tanpa disertai mahram
  18. Tidak keluar rumah kecuali dengan izin suaminya (jika telah bersuami) atau orang tua (jika belum bersuami)
  19. Tidak berusaha mencari perhatian kaum laki-laki dengan cara apapun
  20. Tidak berbicara kepada kaum laki-laki dengan nada bicara yang lembut, atau bercanda atau bicara tanpa suatu keperluan
  21. Menghindari membaca buku-buku, majalah-majalah atau novel-novel yang merusak akhlak.
  22. Tidak mengikuti mode-mode pakaian Barat yang sedang tren dan populer di pasaran.
  23. Bergaul dengan kawan-kawan yang shalih dan menjauhi kawan-kawan yang fasik.
  24. Menikah

‘Iffah adalah akhlak tinggi dan mulia yang dicintai oleh Allah. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih, senantiasa memuji keagungan Allah, takut pada siksa dan murka Allah, serta selalu mencari keridhaan pahala-Nya. Mari menjadi sebaik-baiknya muslimah yang ‘iffahnya selalu terpatri.


Penulis : Gina Arina Ushwatunnisa

Referensi:

La Tansa. 2019. Nilai ‘Izzah dan ‘Iffah Muslimah Merdeka. https://bacalatansa.com/nilai-izzah-dan-iffah-muslimah-merdeka/.

Makalah Nih. 2017. Tips Menjaga Kesucian Diri (Iffah). https://makalahnih.blogspot.com/2017/04/tips-menjaga-kesucian-diri-iffah.html.

Mursi, Hery Saparjan. 2019. Iffah; Di Antara Kemuliaan Seorang Muslimah. https://www.pondokquran.id/iffah/.

Roihana, Ita. 2018. Nilai Seorang Perempuan dilihat dari Izzah dan Iffahnya. https://sharianews.com/posts/ita-roihana-nilai-seorang-perempuan-dilihat-dari-izzah-dan-iffahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here