Home Karya Pemuda Kurma (Tafakur, Muhasabah) Bicara Loyalitas

Bicara Loyalitas

89
0
www.freepik.com

Loyalitas sangat identik dengan arti dari sebuah kesetiaan dan kepatuhan, misalnya terhadap kelompok, pekerjaan, klub sepak bola, atau lainnya. Hal ini menjadi hal yang fundamental dari diri setiap orang.

Islam memiliki konsep Al-Wala wal-Bara, yang membahas loyalitas dan permusuhan. Salah satu prinsip dari ahlu sunnah wal jamaah adalah cinta kepada Allah dan benci juga karena Allah. Loyalitas terhadap siapa? Tentu saja kepada Allah, Rasulullah, serta orang-orang beriman lainnya. Sementara itu terkait permusuhan, artinya berlepas diri kepada thaghut atau syetan, musyrik, kafir, dan siapa pun yang Wala’/loyal terhadap syetan.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 256:

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tiada kesenangan dan kelezatan yang sempurna bagi hati, kecuali dalam mahabbatullah (cinta kepada Allah) dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan apa saja yang Dia cintai. Mahabbatullah tidak mungkin terwujud kecuali dengan berpaling dari segala sesuatu yang dicintai selain Allah. Inilah hakikat laa ilaaha illallaah yang merupakan millah Ibrahim Al-Khalil dan seluruh nabi dan rasul.

Sebagai seorang muslim, tentu kita harus memiliki loyalitas tehadap diin Islam ini, sebagaimana mestinya kita dituntut untuk selalu setia dan patuh terhadap apa yang Allah perintahkan dan selalu menjauhi larangan-Nya, serta merupakan konsekuensi utama dari kalimat tauhid yang diiklarkan seorang hamba yang beriman.


Penulis: Kanighia R

Referensi:

Kitab Al-Wala wal-Bara, Syaikh Muhammad Said Al-Qathhani

Kitab Tauhid, Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Majmu Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Wikipedia

https://tafsirweb.com/1022-quran-surat-al-baqarah-ayat-256.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here