Home Karya Pemuda Istiqamah Health Corner You are What You Eat!

You are What You Eat!

776
0
Sumber: www.freepik.com

Bicara tentang makanan, erat kaitannya dengan kesehatan. Kita sebagai seorang muslim hendaknya memahami konsep kesehatan itu. Mengapa? Karena kesehatan merupakan salah satu aspek yang disebut dalam Al-Qur’an, pedoman hidup kita semua. Ada begitu banyak konsep penting yang terabaikan, terutama tentang kesehatan.

Karena sejatinya hidup tak akan jadi “hidup” jika kita tidak sehat.

Lihatlah bagaimana orang-orang tidak memperhatikan makanan. Padahal pusat keburukan itu bermula dari perut karena salah satu yang menyebabkan turunnya iman di antaranya adalah syahwat perut. Saat syahwat perut tidak bisa dikendalikan, seseorang menjadi malas dan mudah mengantuk, otomatis ibadah pun menjadi ogah-ogahan. Sehat itu sejatinya membuatmu semakin taat, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (H.R. Tirmidzi: 2380, Ibnu Majah: 3349, Ahmad: 4/132)

Itulah mengapa Islam lebih dahulu memperhatikan kesehatan. Ada banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang meneliti kesehatan dan menjadi inspirasi dan kontributor dalam berkembangnya kesehatan di masa modern ini.

Di dunia kedokteran dikenal sebuah teori yang sangat populer, yakni Teori Blum, di mana ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit. Di antara faktor-faktor tersebut, faktor gaya hidupah yang paling berpengaruh menyebabkan seseorang menjadi sakit, termasuk di dalamnya makanan, aktivitas fisik, jam tidur, dan aktivitas lainnya. Nyatanya, pada awalnya faktor yang paling berpengaruh adalah lingkungan. Namun, trendnya bergeser, seiring dengan semakin tidak sehatnya gaya hidup manusia pada masa modern kini.

Betapa sempurna agama ini, jauh sebelum hadirnya teori tersebut, Islam telah mengajarkannya. Hal-hal yang terlihat begitu kecil dan sepele, ternyata penting bagi kesehatan, seperti bagaimana Islam mengatur makanan, minuman, dan tidur. Bahkan cara kita bersyukur, yakni beribadah kepada Allah dengan shalat lima waktu merupakan sebuah aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh. Masyaallah …

“Saat dunia belum mengenal pola tidur yang sehat, saat dunia belum mengerti pentingnya mandi, saat dunia belum tahu cara menjaga diri dari berbagai unsur berbahaya dari luar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengajarkan itu semua pada para sahabat.” (dr. Zaidul Akbar)

Maka dari itu, mulai dari sekarang, cek makananmu! Karena lebih buruk lagi, makananmu bukan hanya mempengaruhimu, tetapi juga keturunanmu kelak. Saat dirimu memutuskan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, maka dirimu memutuskan untuk menciptakan generasi yang tidak sehat.

#StopdiKamu

Sudah saatnya Islam bangkit, menjadi generasi yang sehat dan kuat, untuk menjemput cahaya kemenangan di masa yang akan datang.

Wallahu a’lam bish-shawab

Referensi:

Jane S. Durch, Linda A. Bailey, Michael A. Stoto. 1997. Improving Health in Community. Washington DC.

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK. Makanan Berlebihan Sumber Utama Penyakit. muslim.or.id.

dr. Zaidul Akbar. 2020.  Jurus Sehat Rasulullah.

dr. Zaidul Akbar bersama Ust. Budi Ashari. Makanan yang Memperbaiki Generasi. Youtube:dr Zaidul Akbar Official.

Marios Loukas, Yousuf Saad, R. Shane Tubbs, et all. The Heart and Cardiovascular System in Quran and Hadeeth. International Journal of Cardiology.

_________

Penulis: dr. Resti Fauziah Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here